Forum Silaturrahmi Keluarga Besar Alumni FIAD UNMUH Surabaya
 
IndeksAwalFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
 Home
 forum
 anggota
 Photobucket
 bantuan
 pencarian
 pesan masuk
 logout
 bantuan
Sponsor
Dicari Agen / Distributor Kosmetik kosmetik kunjungi Belipedia.com
RADIO DAKWAH ONLINE

Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Latest topics
» pilar-pilar keluarga sakinah
Mon Mar 26, 2012 8:07 pm by myshemo

» kunang-kunang
Tue Jun 07, 2011 1:25 am by iwied

» fiqih dan perkembangan pranata sosial Islam
Tue Apr 05, 2011 7:42 am by ginatriana

» Kenapa harus ada aliran dalam Islam
Mon Sep 28, 2009 4:03 am by m.arifin

» salam kenal semua
Wed Aug 26, 2009 2:13 pm by crew

» Media Dakwah
Sat Aug 22, 2009 7:18 pm by m.arifin

» Penyakit mematikan dlm aqidah Islam
Sat Aug 22, 2009 7:14 pm by m.arifin

» Panduan Belajar Tajwid
Sat Aug 22, 2009 3:17 pm by Admin

» 100 Tokoh paling berpengaruh di dunia
Sat Aug 22, 2009 3:14 pm by Admin

SEKEDAR MENYAPA



ANDA PENGUJUNG KE... !!
Website counter

Share | 
 

 Siapa Sih gak kenal Buku ini

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin
Admin


Jumlah posting : 136
Age : 36
Registration date : 26.10.08

PostSubyek: Siapa Sih gak kenal Buku ini   Tue Oct 28, 2008 5:32 am

Judulnya : Laskar Pelangi"



Buku yang telah memberikan Inspirasi Banyak Orang.
ini ringkasannya :
Too good to be true
Banyak orang yang mempunyai cerita masa kecil yang menakjubkan, Cuma tidak semua orang bisa menuliskan pengalaman masa kecil itu dengan indah dan luar biasa seperti yang dilakukan oleh penulis buku ini. Andrea Hirata, Andrian Hirata, Andrian Saman Said alias Andis. Pengalaman masa kecil Andrea kebetulan adalah pengalaman yang sangat luar biasa, hingga saya berpikir its too good tobe true atau bahkan too bad to be true kalau memang kisah ini adalah kisah nyata karena tidak disebutkan secara eksplisit oleh andrea.

Ikal [Andrea kecil] dan laskar pelanginya mengalami peristiwa-peristiwa kehidupan yang getir, ironis tapi disampaikan dengan gaya anak-anak yang tetap saja mencerminkan keluguan dan kelucuan.

Laskar pelangi beranggotakan 10 anak nelayan dan pekerja tambang PN Timah. Lintang si jenius, Mahar si seniman, Borek si Samson, Kucai si mulut besar yang tidak bisa menatap lurus, Syahdan si kecil nan lembut hati, Trapani si tampan yang tidak bisa lepas dari ibunya, Sahara si cewek judes yang sangat menyayangi Harun yang terbelakang mental, Akiong si Hokian yang polos dan Ikal si pemimpi. Kelak anggota laskar pelangi bertambah 1 orang bernama Flo si tomboy anak gedongan. Mereka berjuang menuntut ilmu di SD Muhammadiyah Belitong Timur yang nyaris roboh [Andrea menyebut sekolah gudang kopra, bahkan dilihat dari atas gunung selumar pun tetap terlihat seperti gudang kopra].

Cerita diawali dengan hari pendaftaran murid baru sekaligus hari pertama masuk SD Muhammadiyah Belitong Timur. Pendaftaran murid baru ini sangat mendebarkan karena harus ada paling sedikit 10 orang pendaftar agar sekolah ini tidak ditutup oleh dinas p dan k setempat. Sampai dengan batas waktu yang ditetapkan jam 11 siang baru ada 9 orang pendaftar dan saat Kepala Sekolah hendak mulai berpidato terakhir penutupan sekolah tiba-tiba sahara melihat harun di kejauhan tergopoh-gopoh datang bersama ibunya, dan genaplah hari itu murid baru berjumlah 10 orang.

Tapi selanjutnya saya harus jauh masuk ke halaman 50 an sampai saya mendapatkan feel dari buku ini. Halaman-halaman awal itu terasa agak bertele-tele meski ada cerita menarik tentang Lintang yang harus bersepeda 80 km pulang pergi melewati rawa sarang Buaya untuk bisa sampai ke sekolah dan dia sudah merasa sangat senang meski hanya bisa ikut menyanyikan lagu Padamu Negeri di akhir pelajaran…. mengharukan.

Laskar pelangi dibimbing oleh dua orang guru yang luar biasa yaitu Nyi Ayu Muslimah Hafsari Hamid [bu Mus] dan Ki Agus Harfan Fadillah Zein Noor yang hanya menerima upah beberapa kilo beras tiap bulannya.

Isu pokok dalam buku ini adalah pendidikan, tentang bagaimana anak-anak kurang beruntung berjuang memperoleh haknya dalam buaian kemelaratan yang ironis karena mereka tinggal di Pulau yang kaya hasil tambang tetapi tebaran papan peringatan “DILARANG MASUK BAGI YANG TIDAK MEMILIKI HAK” seakan menjadi tembok tinggi penyekat antara peradaban moderen dan keterbelakangan, antara orang staf PN timah dan orang Melayu asli Belitong.

Andrea Hirata menyampaikan ceritanya dengan kekuatan imajinasi yang kuat sehingga penggambaran tokoh, suasana dan peristiwa begitu terasa nyata. Buku ini sedemikian bagusnya sampai-sampai banyak sekali pujian dari berbagai tokoh, katakanlah A. Syafi’i Ma’arif sampai Sapardi Djoko Damono [idola saya] bahkan Garin Nugroho pun memberikan pujian untuk buku ini.

Tapi tak ada gading yang tak retak meskipun mungkin ini hanya dari sudut pandang saya saja yang bodoh. Andrea sangat banyak menuliskan istilah dan kata asing dalam buku ini. Belum-belum kita sudah disuguhi kata Fillicium, Antedelivium dll. Dan coba lihat apa yang dinyanyikan oleh Mahar waktu dia pertama kali mendapat kesempatan maju ke depan kelas untuk bernyanyi? Tennesse Waltz [duh aku kuper amat sih sampai detik ini gak tahu lagu ini] waktu itu dia masih SD kan? [urutan kejadian juga menjadi masalah bagi saya dalam buku ini] di lain waktu dia menyanyikan lagu Leaving On a Jet Plane [lha kalo yang ini saya tahu]

Yang juga mengganggu bagi saya adalah electone dalam grup musik yang mereka dirikan, anak-anak miskin di daerah miskin di sekolah miskin itu?. Kemudian lagu-lagu yang dimainkan grup ini lebih luar biasa lagi Lighting My Fire milik The Doors, Owner of Lonely Heart – Yess dan apa yang dinyanyikan Ikal pas dia jatuh cinta pada Aling anak pemilik toko kelontong kumuh tempat dia biasa membeli kapur? All I Wanna Do Is Dream…

Kelihatannya Andrea ingin mengesankan bahwa buku ini adalah bacaan modern kalau tidak mau dibilang Andrea ingin mengesankan dirinya sendiri sebagai penulis yang punya pengetahuan luas tentang dunia ilmu pengetahuan dan seni. But Thats OK! Buku ini tetap menjadi favorit saya terlepas dari gangguan-gangguan yang ada.

Kalo saya jadi teringat masa kecil saya yang tidak kalah mengharukan itu cerita lain lagi…

Saya yang hampir gak bisa meneruskan SMA dan harus bersekolah di pelosok kampung kaki gunung sumbing yang malah akhirnya mempertemukan saya dengan teman-teman luar biasa juga…

Saya yang harus merasakan pahit getirnya kehidupan orang tua yang terjerat rentenir jahanam…

Tentang pelepah pinang yang dijadikan mainan luncuran saat hujan di got samping masjid yang curam…

Tentang petualangan di Sungai Progo sampai hampir tewas tenggelam…

Mahar dan Trapani mengingatkanku pada Joko Imam

Kucai pada Mujib

Samson pada Soleh yang dulu berhasil membujuk aku untuk naik sapi jantan yang sedang tiduran untuk kemudian dia sentakkan ekornya sehingga sapi itu meloncat dan saya dengan sukses terjerembab ke kotoran…
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://alumnifiad.youneed.us
dani
Baru Gabung
Baru Gabung


Jumlah posting : 8
Registration date : 27.04.09

PostSubyek: KENAPA...?   Fri May 22, 2009 2:19 am

Kalo boleh usul.... kenapa anda tidak memunculkan tentang character pendidikan Muhammadiyah yang lebih mengedepankan unsur akidah serta akhlak yang selama ini menjadi barang langka...? dalam filmnya yg saya lihat, ada suatu pesan moril khusus yang tersirat bahwa,"Pendidikan agama bukan sekedar pelengkap kurikulum" yg selama ini dilupakan oleh masyarakat saat ini. Mari kita lihat bersama2 tentang moralitas remaja saat ini, adanya unbalanced pada sistem pendidkan yang selalu mengedepankan aspek intelektualitas ketimbang moralitas generasi bangsa.
Dani; FIAD semester 2.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Admin
Admin
Admin


Jumlah posting : 136
Age : 36
Registration date : 26.10.08

PostSubyek: Re: Siapa Sih gak kenal Buku ini   Sun May 24, 2009 9:37 am

dani wrote:
Kalo boleh usul.... kenapa anda tidak memunculkan tentang character pendidikan Muhammadiyah yang lebih mengedepankan unsur akidah serta akhlak yang selama ini menjadi barang langka...? dalam filmnya yg saya lihat, ada suatu pesan moril khusus yang tersirat bahwa,"Pendidikan agama bukan sekedar pelengkap kurikulum" yg selama ini dilupakan oleh masyarakat saat ini. Mari kita lihat bersama2 tentang moralitas remaja saat ini, adanya unbalanced pada sistem pendidkan yang selalu mengedepankan aspek intelektualitas ketimbang moralitas generasi bangsa.
Dani; FIAD semester 2.

bagus juga itu usulnya... klo anda atau teman yang lain punya bahan nya silahkan saja di posting disini. dalam forum ini intinya adalah saling berbagi. klo anda punya materinya silahkan di posting disini. biar anggota yang lain bisa mendiskusikannya. thanks
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://alumnifiad.youneed.us
hamba
Tamu



PostSubyek: posting aja..........   Fri Jun 05, 2009 9:18 am

udalah DAN........... posting aja pandangan kamu tentang laskar pelangi..........
Q se setuju dengan komen kmu, bahwa ada makna lain dalam film tersebut..........
yaitu gimana pak harfan yang begitu kuatnya ingin mempertahankan sekolah tersebut, bukan hanya karena pendidikan itu penting untuk masyarakat segala lapisan namun juga sekolahan itu merupakan sekolahan Islam pertama dan Satu-satunya dibelitong..............yang lainnya Umu......m
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Siapa Sih gak kenal Buku ini   Today at 12:47 pm

Kembali Ke Atas Go down
 
Siapa Sih gak kenal Buku ini
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FORUM Alumni F I A D :: BOOK REVIEW-
Navigasi: