Forum Silaturrahmi Keluarga Besar Alumni FIAD UNMUH Surabaya
 
IndeksAwalFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
 Home
 forum
 anggota
 Photobucket
 bantuan
 pencarian
 pesan masuk
 logout
 bantuan
Sponsor
Dicari Agen / Distributor Kosmetik kosmetik kunjungi Belipedia.com
RADIO DAKWAH ONLINE

Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Latest topics
» pilar-pilar keluarga sakinah
Mon Mar 26, 2012 8:07 pm by myshemo

» kunang-kunang
Tue Jun 07, 2011 1:25 am by iwied

» fiqih dan perkembangan pranata sosial Islam
Tue Apr 05, 2011 7:42 am by ginatriana

» Kenapa harus ada aliran dalam Islam
Mon Sep 28, 2009 4:03 am by m.arifin

» salam kenal semua
Wed Aug 26, 2009 2:13 pm by crew

» Media Dakwah
Sat Aug 22, 2009 7:18 pm by m.arifin

» Penyakit mematikan dlm aqidah Islam
Sat Aug 22, 2009 7:14 pm by m.arifin

» Panduan Belajar Tajwid
Sat Aug 22, 2009 3:17 pm by Admin

» 100 Tokoh paling berpengaruh di dunia
Sat Aug 22, 2009 3:14 pm by Admin

SEKEDAR MENYAPA



ANDA PENGUJUNG KE... !!
Website counter
Share | 
 

 Materi Dakwah

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
m.arifin
Anggota Senior
Anggota Senior


Jumlah posting: 33
Registration date: 29.10.08

PostSubyek: Materi Dakwah   Fri Nov 14, 2008 7:07 pm

Materi Dakwah

Menurut penulis para da'i kita selama ini dalam menyampaikan materi dakwahnya ada dua macam, yaitu : Secara tektual dan kontektual.

Tektual
Dakwah tektual adalah: Metode dakwah yang dalam penyampaikan materi dakwahnya sesuai dengan teks al-Qur'an dan al-Hadits dengan tidak mengurangi ataum menambah.
Seorang da’i tektual disini dalam menyampaikan materi dakwahnya sama sekali tidak mau menggunakan materi lain selain yang sudah ada dalam al-Qur’an dan al-Hadits. Mereka tidak mau menggunakan dalil-dalil akal. Karena dalil akal dianggab dapat merusak aturan-aturan yang sudah diatur oleh Islam.
Menurut pengetahuan penulis bahwa seorang da’i tektual disini tidak hanya dari segi materi saja yang tektual, akan tetapi juga dari segi-segi lainnya. Misalnya saja; dari segi pakaian dan lain sebagainya, mereka langsung mencontoh orang Arab yang dianggabnya sebagai contoh langsung dari Rasulullah Shallallahu ‘Alahi wa Sallam.
Sosok dan penampilan seorang da’i tektual ini biasanya kelihatan kaku dalam melakukan dakwahnya. Hal ini karena mereka tidak mau menerima kondisi sosial yang ada. Kondisi yang ada sekarang dianggabnya tidak sesuai dengan teks/ contoh aslinya.Termasuk dalam transportasi, misalnya: Mereka tidak mau menerima uang saat menyampaikan dakwahnya. Mereka menganggab haram hukumnya menerima uang dalam menyampaikan ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana firman-Nya:
ويا قوم لا أسألكم عليه مالا إن أجري إلا على الله وما أنا بطارد الذين ءامنوا إنهم ملاقو ربهم ولكني أراكم قوما

Dan (dia berkata): "Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui".

Contoh lainnya adalah, dalam pakaian. Mereka sama sekali tidak mau menggunakan model-model pakaian ala barat atau timur (jas misalnya). Mereka menganggab pakaian ala barat atau timur itu tidak sesuai dengan teks Islam aslinya. Mereka lebih senang menggunakan pakaian sebagaimana pakaian yang biasa digunakan oleh orang-orang Arab (jubah) dari pada bangsanya sendiri.
Masih banyak hal-hal lain yang membuat penampilan para pelaku dakwah tektual ini menjadi kaku di dalam menjalankan dakwahnya.

Kontektual
Dakwah kontektual adalah: Metode dakwah yang dilakukan dengan cara memperhatikan hal-hal yang ada diluar tek aslinya. Para pelaku dakwah kontektual melakukan metode ini dengan harapan agar dakwahnya lebih mudah dierima oleh masyarakat yang terdiri dari berbagai macam dan model.
Para pelaku dakwah kontektual dalam melakukan dakwahnya selalu memperhatikan situasi dan kondisi yang akan di dakwahi. Mereka dalam menyampaikan materipun tidak terlalu tektual. Akan tetapi mereka dalam menyampaikan materi juga menggunakan dalil-dalil akal untuk memperjelas dalil-dalil nakli/ tek asli ayat al-Qur’an atau al-Hadits yang ada.
Para pelaku dakwah kontektual biasanya lebih flexible/ lentur dalam menjalankan dakwahnya. Misalnya saja dalam hal menerangkan pakaian menurut Islam. Mereka mengatakan bahwa : Islam tidak memerintahkan kepada hambanya agar berpakaian seperti orang Arab sebagaimana yang disampaikan para pelaku dakwah tektual. Akan tetapi mereka menyampaikan bahwa dalam berpakaian itu yang penting menutup aurat dan laki-laki tidak menyamai perempuan serta sebaliknya. Sedangkan model dan warna pakaian terserah masing-masing.
Masih banyak hal-hal yang membuat keduanya itu berbeda. Dari perbedaan-perbedaan inilah maka timbullah kontroversi pemahaman yang sulit untuk disatukan. Dan dari modal yang tidak sama inilah, maka timbullah model-model masyarakat/komunitas Islam yang warna-warni sebagaimana yang kita saksikan sekarang ini
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 

Materi Dakwah

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FORUM Alumni F I A D ::  :: -